MUHAMMADIYAH.OR.ID, YOGYAKARTA – Sekretaris Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah, Diyah Pusputarini, menyoroti fenomena “Login Muhammadiyah” yang kian populer di tengah masyarakat.

Menurut Diyah, fenomena tersebut tidak sekadar tren, melainkan cerminan nyata tingginya kepercayaan publik terhadap Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Oleh karena itu, hal ini perlu disyukuri sekaligus menjadi pengingat akan tanggung jawab besar untuk terus menjaga dan meningkatkan kualitas kinerja organisasi.

“Fenomena ‘Login Muhammadiyah’ ini adalah sesuatu yang luar biasa. Ini bentuk kepercayaan yang harus kita syukuri, tetapi juga menjadi amanah besar yang tidak ringan. Karena itu, penting bagi kita semua untuk terus berkhidmat, memajukan organisasi, dan menjalankan amanat Persyarikatan dengan sebaik-baiknya,” ungkap Diyah pada Sabtu (18/4) dalam Silaturahmi Rekan Sekerja Kantor PP Muhammadiyah di Kediaman Ketua Umum Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah Salmah Orbayinah.

Ia menegaskan, rekan sekerja di lingkungan Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah memiliki peran strategis sebagai garda terdepan di balik layar. Keberhasilan berbagai program dan layanan Persyarikatan, menurutnya, tidak lepas dari dedikasi serta profesionalitas mereka.

Sementara itu, Kepala Kantor Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Arif Nurkholis, menyampaikan bahwa kegiatan Silaturahmi Syawalan merupakan tradisi tahunan yang rutin diselenggarakan oleh para karyawan dan rekan sekerja Kantor PP Muhammadiyah. Kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat ukhuwah sekaligus memperkuat sinergi kerja.

“Alhamdulillah, hari ini kita dapat bersilaturahmi secara langsung di kediaman Ketua Umum PP ‘Aisyiyah, Salmah Orbayinah. Ini adalah tradisi yang baik untuk menjaga kebersamaan. Kami juga memohon maaf lahir dan batin apabila dalam pelayanan, koordinasi, maupun komunikasi selama ini terdapat kekurangan,” ujar Arif.

Melalui semangat Syawalan, seluruh rekan sekerja PP Muhammadiyah diharapkan terus memperkuat komitmen dalam memberikan pelayanan terbaik bagi Persyarikatan. Fenomena “Login Muhammadiyah” pun diharapkan tidak hanya menjadi simbol popularitas, tetapi juga pemacu untuk menghadirkan kerja-kerja yang semakin profesional, amanah, dan berdampak luas bagi masyarakat. (bhisma)