
Sragen, 12 Januari 2026; smkmuh1sragen.sch.id. Dinamika perjuangan Muhammadiyah hadir di Sragen penuh dengan sejarah yang mengharu biru. Sejarah Muhammadiyah di Sragen dimulai pada tahun 1926 dengan perintisan oleh Bapak Prawiromisastro, dan resmi berdiri sebagai Cabang Sragen pada 1 Juli 1928, menjadikannya salah satu cabang awal di Jawa Tengah. Perkembangannya ditandai dengan pendirian berbagai amal usaha, termasuk sekolah-sekolah seperti SMP Muhammadiyah 1 (1953) dan SMK Muhammadiyah 1 (1964), serta peran aktif dalam pendidikan dan dakwah, dengan lokasi bersejarah awal di Plupuh yang menjadi tempat masuknya Muhammadiyah ke Sragen pada tahun 1928. Informasi lengkap klik di sini
Perkembangan Awal (1920-an – 1950-an)
- Perintisan: Bapak Prawiromisastro mulai merintis pendirian Muhammadiyah di Sragen sekitar tahun 1926.
- Pendirian Resmi: Cabang Muhammadiyah Sragen disahkan pada 1 Juli 1928 dengan pengurus pertama, termasuk R.Ng. Tjitroseno sebagai ketua, menandai masuknya Muhammadiyah di wilayah tersebut.
- Lokasi Bersejarah: Plupuh menjadi lokasi penting karena di sanalah Muhammadiyah pertama kali masuk dan berdakwah di Sragen pada tahun 1928.
Perkembangan Pendidikan (1950-an – Sekarang)
- SMP Muhammadiyah 1 Sragen: Didirikan pada 1 Juli 1953, menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah untuk mengembangkan pendidikan di Sragen.
- SMK Muhammadiyah 1 Sragen: Dibuka pada tahun 1964 sebagai respons terhadap kebutuhan pendidikan kejuruan ekonomi di Sragen. klik sini
- SMA Muhammadiyah 1 Sragen: Yayasan pendirinya terbentuk tahun 1961, lalu hidup kembali tahun 1977, dan terus berkembang hingga menjadi sekolah terakreditasi A.
- SMA Trensains Muhammadiyah Sragen: Merupakan inovasi terbaru, meluncurkan ide Pesantren Sains pada 2013 sebagai proyek percontohan nasional yang menggabungkan kurikulum Al-Qur’an dan sains. klik di sini
Peran dan Dampak
- Muhammadiyah di Sragen berperan besar dalam mencerdaskan kehidupan bangsa melalui amal usaha pendidikan, dari tingkat dasar hingga kejuruan.
- Keberadaan Islamic Center di Plupuh menjadi pusat keunggulan Muhammadiyah di wilayah tersebut.





